Kamis, 16 Februari 2012

Kanker Dikira Cuma Sakit Kulit, Kemaluan Terpaksa Diamputasi

hyukmariitasehat.blogspot.com - Nyeri di kemaluan bisa dipicu oleh banyak hal, salah satunya penyakit kulit. Namun gara-gara didiagnosis sakit kulit, seorang laki-laki di Inggris harus rela kemaluannya diamputasi sebab ternyata malah kena kanker dan terlanjur parah.

Bermula dari sebuah peristiwa kecelakaan kerja pada April 2008, Boguslaw Faber (50 tahun) mengalami nyeri di sekitar kemaluannya. Setelah mendapat pertolongan pertama, ia kembali lagi ke rumah sakit 3 bulan kemudian karena nyerinya tidak hilang.
Boguslaw Faber
Faber kembali diberi antibiotik oleh dokter di bagian urologi, namun tidak juga mampu mengatasi masalahnya meski resepnya sudah ditebus berkali-kali. Selain antibiotik, Faber juga mendapat obat antijamur karena dokter mengira nyeri di kemaluannya adalah gejala infeksi penyakit kulit.

Setahun kemudian karena tidak sembuh juga, Faber menjalani biopsi atau pemeriksaan jaringan untuk mendeteksi kemungkinan kanker. Namun ketika itu, biopsi di Royal London Hospital menunjukkan hasil negatif sehingga kemungkinan kanker langsung dikesampingkan.

Karena sakit nyerinya makin menjadi, Faber menjalani biopsi kedua pada Oktober 2009. Kali ini hasilnya berbeda, ia didiagnosis positif menderita kanker langka pada penis yang sudah terlanjur parah dan menjalar ke bagian lain yakni kaki serta kelenjar tiroid.

Hal yang menyakitkan adalah, ketika dokter membandingkan hasil biopsi kedua dengan biopsi pertama ternyata hasilnya sama saja. Artinya kanker di kemaluan Faber seharusnya bisa terdeteksi lebih dini sehingga penanganannya bisa lebih mudah dilakukan.
Boguslaw Faber
Apa mau dikata, kini Faber harus merelakan sebagian kecil alat vitalnya yang sudah digerogoti kanker itu untuk diamputasi. Bukan itu saja, kelenjar tiroidnya juga harus dioperasi untuk mencegah sel-sel kankernya semakin menjalar ke bagian tubuh yang lain.

Atas kecerobohan itu, Faber mengajukan gugatan senilai 300 ribu poundsterling atau sekitar Rp 4 miliar. Dikutip dari Telegraph, Jumat (17/2/2012), gugatan itu ditujukan sebagai ganti rugi karena selain mengalami cacat permanen, Faber juga mengalami guncangan psikologis berupa gangguan stres pasca trauma serta depresi berat.

sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar