Jumat, 27 Januari 2012

Efek Buruk Narkoba Bagi Pengendara Mobil

hyukmariitasehat.blogspot.com - Tragedi memilukan yang terjadi di Tugu Tani, Jakarta Pusat, Minggu (22/1) menjadikan pelajaran yang amat berharga, bahwa dampak dari minuman keras dan pemakaian narkoba sangatlah fatal akibatnya.

Pasalnya, barang-barang haram tersebut, tidak hanya merusak diri sendiri tetapi juga merusak keluarga, sahabat dan orang lain.

Nah, seperti dikutip dari berbagai sumber, berikut ini efek saat seseorang menggunakan alkohol dan narkoba:

Ganja atau 'nyimeng'
Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).
Selain itu, pemakainnya juga kerap berhalusinasi, ketakutan, dan terkadang tingkat kesadarannya menurun jika sedang mengendarai motor atau kendaraan lainnya.

Alkohol
Minuman ini termasuk yang sangat berbahaya bagi pengendara mobi. Jika dikonsumsi secara tidak wajar alkohol juga dapat menurunkan kewaspadaan dan mengganggu pengaturan jarak pandang.

Ekstasi atau inek
Narkoba jenis ini memang tidak dapat dikategorikan dengan sabu, karena memiliki efek berbeda. Adapun ekstasi, memicu euforia, perasaan senang, meningkatkan energi dan stamina, serta menghilangkan kecemasan.
Di luar kelebihan itu, sebagaimana halnya alkohol, ekstasi dilaporkan memengaruhi kesadaran, menimbulkan distorsi penglihatan dan pendengaran, serta halusinasi.
Karena efek itu, pengguna zat- zat tersebut tidak boleh mengemudikan kendaraan, mengoperasikan peralatan yang memerlukan kesadaran penuh, ataupun melakukan aktivitas yang bisa membahayakan dirinya maupun orang lain.

Sabu
Barang yang satu ini memang tidak terlalu membahayakan jika dikonsumsi kecuali jika penggunaannya dalam ketidakwajaran. Pengguna akan merasa berat di kepala, keluar keringat dingin yang hebat, dan jantung berdecak kencang.
Apabila dikonsumsi saat mengendarai mobil, pengendara akan tetap konsentrasi namun terkadang halusinasi itu datang dengan sendirinya. Pas jika digunakan berkendara jarak jauh, karena selalu segar dan fit, tidak ada rasa lelah walau telah menempuh jarak jauh.
Keadaan ini yang salah diartikan oleh para pemakai. Mereka selalu berfikir badan fit terus padahal itu semua hanya dopping belaka. Kondisi badan yang sesungguhnya sudah 'rentek'.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar